Menginspirasi dan Berbudaya

  • Sosial

    aksi giat 1000 masker dilakukan Karangtaruna Desa Giripurwo bersama Pemerintah Desa Giripurwo dibantu relawan Jalasena,komunitas Nyawij

  • Budaya

    masyarakat Padukuhan Karang,Desa Girikarto,Kecamatan Panggang memiliki tradisi upacara bubuh-bubuh atau tolak bala

  • Peristiwa

    Peristiwa Kebakaran Yang Menimpa Rumah Salah satu Warga Semanu Gunungkidul

  • FlashNews

    Presiden Jokowi meminta para peneliti Indonesia untuk membuat vaksin korona. Hal tentu akan menjadi perhatian khusus mengingat pasien positif korona di Indonesia terus mengalami peningkatan.

  • Wisata

    Gunungkidul (Handayanipost.blogspot.com)-- Pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul akan segera membuka kembali obyek wisata. Namun pembukaan ini masih bersifat simulasi penerapan New Normal atau tatanan kebiasaan baru.

Link Banner
Link Banner
Link Banner
Tampilkan postingan dengan label UKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKM. Tampilkan semua postingan

Dengan Strategi Pemasaran Yang Kreatif Usaha Jamur Tiram Tetap Bertahan Dalam Kondisi Pandemi Covid 19


GUNUNGKIDUL (Handayanipost)_Pandemi virus Covid-19 tidak hanya mengancam sektor kesehatan,namun juga mengancam krisis ekonomi global.Terlihat pantauan prediksi perekonomian dunia akan merosot ditahun ini jika tidak ada trik-trik khusus untuk mempertahankannya.Minggu (07/06/2020) salah satu usaha budidaya jamur tiram milik Siti Aminah warga Padukuhan Sawahan ll,rt 37/06,Desa Bleberan Kecamatan Playen

Dampak dirasakannya selama adanya pandemi Covid 19 membuatnya berputar otak untuk bisa mempertahankan usaha miliknya.Berbagai cara dilakukannya untuk tetap bertahan dalam kondisi pandemi Covid 19,bukan karena penjualannya merugi namun pasokan barang yang sempat terhambat sempat membuat kualahan dalam pesanan online

Usaha budidaya jamur tiram termasuk salah satu sektor bisnis kecil-kecilan yang mengalami dampak dari adanya Covid 19 namun pihaknya tetap bersih kukuh mempertahankan usahanya optimis walau tidak seperti dulu yakin mampu untuk bertahan

Siti Aminah yang kesehariannya tadinya disibukan dari aktifitas penjualan jamur tiram miliknya saat ini  pihaknya hanya mampu menjual dengan sebagian target dari sebelum adanya Covid 19,saat ini dia beralih ke iklan digital memanfaatkan sosial media miliknya Siti Aminah mampu mempertahankan usaha miliknya



"Jangan pernah berhenti beriklan meskipun didalam situasi krisis,namun strateginya dari yang semula mudah melakukan penawaran dari satu lokasi ke lokasi yang lain saat ini kita harus mengonsepnya dengan lebih dalam lagi,dari dampak pandemi Covid 19 ini sisi positif apa yang harus kita ambil jangan hanya memikirkan dari sisi negatifnya yang tentunya dilandasi usaha dan niat untuk tetap bertahan tetap ada" terang Siti

Dia juga mengajak untuk membuat strategi pemasaran yang kreatif,memang tidak mengarahkan kepada proses pembelian secara langsung namun dengan iklan yang tentunya dengan semakin banyak kita publikasi melakui iklan akan semakin sering muncul dibeberapa tempat dunia maya,ia juga optimis dampak kedepannya justru akan membuat bisnisnya semakin kuat dan lebih cepat pulih bahkan diyakininya sampai berahir krisis tersebut

"Konsep yang menyentuh dari sisi emosional konsumen seperti mengangkat isu-isu sosial yang memberikan efek positif akan tetap exsis dalam keadaan apapun" ucapnya

Haris

Untuk berlangganan berita Hub Telp/WA :081336432313
Share:

Pengrajin bambu ini bisa exspor ke luar negri



Semin(Wartahandayani.com)-- Semin memang centralnya kerajinan bambu baik dari sekala kecil,menengah,dan besar. Salah satu pengrajin bambu kali ini datang dari Dusun Mandesan,Desa Semin, Kecamatan Semin Gunungkidul. Yaitu Bapak Kaliman.

Kaliman sendiri merupakan pengrajin bambu sejak tahun1998 yang mana ia merupakan penerus generasi ke II dari Simbah.

"Saya mengawali kerajinan bambu ini sejak tahun 1998 yang mana ini merupakan warisan dari Simbah saya dulu,"Ungkap Kaliman.


Untuk produk kerajinan sendiri berupa,seruling,klonthong,etek-etek,gangsingan dan masih banyak lagi.

Untuk proses pembuatan kerajinan bambu ini bervariasi, bisa lama bisa juga pendek "Saya dalam membuat kerajinan ini bervariasi bisa lama bisa juga pendek kadang saya membuat kerajinan ini bisa nyampai satu bulan tergantung dari pemesan,"imbuhnya.

Dalam usaha ini Kaliman dibantu oleh tiga sampai lima orang"Saya di bantu oleh 3 orang yang mayoritas merupakan ibu-ibu tetangga rumahnya,"Tegas Kaliman.



Untuk pemasaran sendiri Kaliman memasarkan hasil produknya di Yogyakarta,Bali, Jakarta bahkan sampai ke luar negeri.

"Saya memasarkan kerajinan bambu ini di Bali, Yogyakarta, Jakarta dan Alhamdulillah bisa exspor ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, Ucapnya.

Dalam sekali produksi Kaliman bisa menghasilkan 200ps klonthong bathok,klonthong burung 100ps dan tempat undangan 5000ps.

Dalam menjalankan usaha ini tentu banyak suka duka yang dihadapi oleh Kaliman salah satunya ketika musim penghujan ia tidak bisa menjemur hasil kerajinan dan banyak hasil produk yang kena jamur.

Kaliman juga berharap semoga usaha ini semakain maju lagi, banyak pemesan dan prodaknya bisa di nikmati oleh semua orang.

"Semoga usaha yang saya jalankan ini semakin maju, banyak pemesan,dan dapat membawa manfaat bagi saya dan lingkungan sekitar,"pungkasnya.

(Sulistyo)
Share:
Link Banner
Link Banner
Link Banner
Link Banner

Popular Posts